Postingan

MEMBUAT DIAGRAM BLOK

Gambar
 Berikut penjelasan fungsi dari masing-masing komponen dalam diagram blok sistem kendali kendaraan ringan: --- 1. Sensor Fungsi: Sensor bertugas untuk mendeteksi kondisi lingkungan atau kendaraan, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik. Contohnya: Sensor suhu: mengukur panas mesin. Sensor kecepatan: mendeteksi kecepatan kendaraan. Sensor tekanan: memantau tekanan ban. Sensor memberikan data awal untuk diproses oleh sistem. --- 2. Mikrokontroler / ECU (Electronic Control Unit) Fungsi: Sebagai pusat pemrosesan atau “otak” dari sistem. Mikrokontroler menerima sinyal dari sensor, memproses data sesuai program, dan mengirimkan perintah ke komponen lain seperti aktuator atau display. Contohnya: Ketika suhu terlalu tinggi, mikrokontroler mengaktifkan kipas pendingin. --- 3. Aktuator Fungsi: Aktuator adalah komponen yang menghasilkan aksi atau gerakan fisik berdasarkan perintah dari mikrokontroler. Contohnya: Menggerakkan motor listrik. Menghidupkan sistem pendingin. Mengatur kat...

Mengenali berita hoax

Gambar

Tugas informatika

https://youtu.be/qMC3-An1iFQ?si=GVMWHmmSX712I0Gs

tugas mengunggah di blog pribadi

Gambar

Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Pengetahuan mengenai pemeliharaan mesin kendaraan ringan bukan hanya untuk mereka yang menggeluti dunia mekanik. Carmudian yang memiliki mobil pribadi pun bisa mendapatkan manfaat dengan memahaminya. Sejatinya, pemeliharaan mesin kendaraan ringan merupakan salah satu topik atau mata pelajaran yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Mesin. Di dalam kurikulumnya membahas berbagai langkah praktis maupun yang bersifat konseptual terkait perawatan sebuah kendaraan. Jenis Perawatan Kendaraan Perawatan Berkala Dilakukan berdasarkan jarak tempuh kendaraan atau masa penggunaan. Umumnya dilakukan setiap 10.000km. Perbaikan Tidak Terencana Dilakukan setiap ada kerusakan yang mengharuskan kendaraan menjalani perbaikan atau reparasi. Adapun tujuan utama dari pemeliharaan kondisi kendaraan ada tiga, meliputi mengoptimalkan kondisi kendaraan, menekan biaya operasional, dan menjaga keamanan serta keselamatan berkendara,

Cara menghitung nilai Resistor

Cara menghitung nilai Resistor Cara menghitung nilai resistor dapat dilakukan dengan menggunakan hukum Ohm, yaitu R=V/I, jika arus dan tegangan yang mengalir melalui resistor diketahui.    Selain itu, nilai resistor juga dapat dihitung berdasarkan rangkaiannya, yaitu: Resistor seri Nilai resistor seri dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh resistor dalam satu rangkaian. Rumusnya adalah R(total) = R1+ R2+R3+Rn+⋯. Resistor paralel Nilai resistor paralel dapat dihitung dengan rumus R total= 1/R1 + 1/R2 +1/R3 +1/Rn.    Nilai resistor juga dapat diketahui dari kode warna yang terdapat pada gelang-gelang yang melingkar pada resistor. Biasanya, terdapat empat gelang yang mewakili nilai, termasuk faktor pengali dan toleransi resistor.    Untuk resistor di bawah 10 Ω, gelang ketiga berwarna emas atau perak. Jika gelang ketiga berwarna emas, maka gelang ketiga sebagai faktor kali 0,1 dan jika berwarna perak berarti sebagai faktor kali 0,01.